CUMA SEBENTAR JANGAN DI SIA-SIA KAN

CUMA SEBENTAR JANGAN DI SIA-SIA KAN


CUMA SEBENTAR JANGAN DI SIA-SIA KAN
1. Masa Intim
Masa Intim adalah ketika anak berusia 0-8 tahun. Masa dimana anak menempel terus kepada ortu. Masa manja-manjanya seorang anak, sehingga ia tidak sungkan dipeluk dan memeluk ortunya. Inginnya kemana-mana bersama orang tuanya dan sangat mudah untuk diajak ikut oleh orang tuanya.
2. Masa Kritis
Masa Kritis adalah ketika anak berusia 9-13 tahun. Masa dimana anak sudah masuk sekolah dasar dan mulai sibuk dengan lingkungan sekolah dan teman-teman seusianya.
Di masa kritis ini, anak mulai belajar dari banyak sumber, termasuk dari guru dan teman-temannya. Ia juga mulai membandingkan perlakuan orang tuanya dengan perlakuan orang tua dari temannya.
Dari sumber belajar yang beragam tadi, seorang anak di masa ini mulai bersikap kritis terhadap pendapat orang tuanya. Lalu bertanya dan membantah, sehingga muncul perbedaan pendapat dengan ortunya.
Di masa ini juga mulai muncul perasaan tidak puas, kecewa atau sakit hati terhadap perlakuan orang tuanya yang tidak sejalan dengan keinginannya. Lalu memorinya menyimpan hal tersebut, sehingga ia mulai menjaga jarak kepada orang tuanya.
Di masa ini hati hati bersikap dengan anak ya mak. Jangan sampe masa kritis ini membuat jarak kita sebagai ortu ke anak.
3. Masa Sibuk
Masa sibuk adalah ketika anak berusia 14-23 tahun. Ini masa dimana anak sudah sibuk dengan kegiatan sekolah di SMP, SMA dan perguruan tinggi.
Pergaulan mereka juga biasanya makin luas, sehingga waktu bersama orang tuanya makin terbatas. Apalagi jika anak di sekolahkan di pesantren atau kuliah di lain kota.
Bagaimana bahasa tubuh mereka ketika dipeluk? Sudah mulai susah dan malu untuk dipeluk. Apalagi jika dipeluknya di tempat umum. Anak lelaki apalagi makin susah untuk diajak berpelukan oleh ayah ibunya.
Keadaan menjadi berbalik. Dulu anak yang inginnya nempel terus kepada orang tuanya. Di fase sibuk ini, ortu yang inginnya nempel dengan anaknya.
Bagi seorang ayah, ia ingin menggunakan waktunya yang sedikit (quality time) di tengah karirnya yang sedang menanjak untuk “bermesraan” dengan anaknya, tapi ternyata anaknya udah ogah. Patah hati deh orang tuanya….hadeuhh..
4. Fase mandiri
Masa Mandiri adalah masa di mana anak berusia 23 tahun ke atas atau masa anak sudah bekerja atau menikah. Inilah masa anak sudah seharusnya mandiri dan kita sebagai ortu harus siap mental menghadapinya.
Masa yang paling membahagiakan bagi orangtua dan anak adalah di fase intim.
maka dari itu jangan sia-siakan masa intim tersebut. Ia adalah golden moment, sekaligus golden age. Punyalah waktu untuk anak ketika mereka kecil, sebelum mereka tidak mempunyai waktu untuk kita.

Sumber: NN

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kami sedang meningkatkan kualitas pelayanan kami, jangan sungkan untuk mencoba fitur chat botnya ya, Infoin kami ya supaya chat botnya semakin canggih. Selamat Mencoba