Renungan Harian, 03 September 2020 ll Tidak Bisa Disembunyikan (Jesaya 66:18) ll Pdt. Daud Sembiring, S.Th

Renungan Harian, 03 September 2020 ll Tidak Bisa Disembunyikan (Jesaya 66:18) ll Pdt. Daud Sembiring, S.Th

03 September 2020

Tema   : Tidak Bisa Disembunyikan (Jesaya 66:18)

“Aku mengenal segala perbuatan dan rancangan mereka, dan Aku datang untuk mengumpulkan segala bangsa dari semua bahasa, dan mereka itu akan datang dan melihat kemuliaanKu.”

 

Mengutip perkatan Christina Tirta dalam satu kutipan bukunya Dangerous Games, katanya, “Jangan pernah menyembunyikan kebohongan karena kebenaran akan selalu menemukan jalannya seperti bayangan, selalu menemukan pemiliknya saat matahari beranjak pergi.” Sampai berapa lama kita sanggup menyembunyikan kebohongan yang kita perbuat. Kebenaran tahu kapan dan bagaimana jalannya dia akan menampakkan dirinya kehadapan mata semua orang. Kebenaran hanya menunggu waktu dan jalan masuk. Hati yang tidak tulus, penuh dengan tipu muslihat, semua ini hanya menunggu waktu kemunafikan mereka akan disingkapkan. Jadi jika diantara kita masih saja banyak bohongnya, banak muslihatnya, ingat itu semua hanya menunggu waktu. Sepandai-pandai tupang melompat, sesekali pasti akan terjatuh juga. Sepandai-pandai menyembunyikan bangkai tikus, busuknya juga akan tercium juga.

Orang Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan, bangsa yang sangat ketat dalam aturan keagamaan dan cara kerja yang luar biasa. Ketaatan mereka menjalankan Taurat Tuhan sungguh tidak diragukan lagi. Doa, sedekah, memberikan kurban, membaca Firman. Apakah benar mereka mahluk sempurna. Oh tidak. Jangan hanya lihat secara lahiriah dan tampilan fisknya. Tingkah mereka dan moral mereka memang kelihatan sedap dipandang mata, lidah enak untuk memuji. Cukupkah demikian kita menilai tentang mereka? Berkaca dari seringnya mereka mendapatkan hukuman dari Tuhan maka terlihatlah yang dipandang manusia belum sampai ke dalam hati, motivasi dan ketulusan yang murni dan rindu menyembah Tuhan. Tatapan dan penilaian manusia terkadang dangkal dan terbatas. Melalui hukuman itu, terlihatlah bahwa Tindakan keagamaan itu masih dalam tataran duniawi dan sesaat bukan sorgawi dan selamanya. Beribadah hanya sebatas lahirial, pandangan mata, enak dipandang dan mendapatkan pujian orang banyak. Padahal tujuan beribadah adalah menyenangkan hati Tuhan bukan menyenangkan manusia bahkan hanya mencari kepuasan diri. Karena itu, berhati-hatilah terhadap bungkusan rohani dalam isi duniawi, cashing spiritual tapi spare part-nya materialistis. Ingat mata Tuhan tidak pernah tertidur dan tertutup dengan macam tampilan. “Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” (Ulangan 6:5).

Pdt. Daud Sembiring, S.Th

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kami sedang meningkatkan kualitas pelayanan kami, jangan sungkan untuk mencoba fitur chat botnya ya, Infoin kami ya supaya chat botnya semakin canggih. Selamat Mencoba