Renungan Harian 07 September 2020 II Tidak Pernah Kadaluarsa (Lukas 21:33) II Pdt. Daud Sembiring, S.Th

Renungan Harian 07 September 2020 II Tidak Pernah Kadaluarsa (Lukas 21:33) II Pdt. Daud Sembiring, S.Th

Renungan Harian, 07 September 2020 

Tema   : Tidak Pernah Kadaluarsa (Lukas 21: 33)

Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”

 

Yesus memberikan suatu perumpamaan kepada kita tentang pohon ara tentang bagaimana kesiapannya menerima suatu pergantian musim. Yesus menceritakan bagaimana kesiapan sebuah pohon ara dalam menerima pergantian musim dengan pohon yang bertunas. Kemarau panjang berada di depannya dengan segala ketidakpastian keadaan yang serba sulit. Tunas yang kecil dan rapuh namun kepadanya ada harapan masa depan yang begitu besar. Kemarau panjang akan menyebabkan daun layu, kering dan berguguran. Dia akan belajar melepaskan yang ada, mencukupkan segala yang ada dan bertahan hidup. Perjuangan adalah daya kuat untuk melewatinya. Bagaimana caranya dia melewatinya? Tuhan memberikan secara alami pohon ara bertahan hidup pada batas waktu yang diberikan kepadanya. Bukan dengan meratapi kurangnya air dan nutirisi makanan yang bisa diperolehnya tapi dia berusaha mempersiapkan diri untuk menerima perubahan musim dalam hidupnya. Jika kenyataan itu tidak bisa dihindari maka dihadapi adalah solusi terakhir.

Perumpamaan ini sekarang sampai juga kepada kita anak-anak Tuhan, pewaris Kerajaan Allah. Musim kemarau, masa-masa sulit, tanda-tanda akhir jaman dan kebinasaan segala yang ada adalah sebuah kenyataan dan kepastian namun bersama Tuhan semua akan terlewati dengan penuh pengharapan. Jika lari bukanlah solusi maka bertahan dan bertumbuh adalah Imani. Satu janji pengharapan yang Tuhan berikan kepada kita adalah; “Apabila semua itu terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatmu sudah dekat” (ay. 28). Bangkit dan angkatlah mukamu adalah sikap orang yang hidup dalam pengharapan supaya tidak lemah, putus asa, tapi kuatkanlah hatimu. Fokus kita adalah melihat bagaimana cara Tuhan membuka jalan saat jalan buntu, jalan keluar saat hidup dalam kesesatan. Mari hadapi dan jalani kenyataan tanda-tanda jaman dan akhir segala sesuatu ini dengan berdiri tegak menatap dunia dengan lutut bertelut dihadapan Tuhan. Hanya orang yang berlutut dihadapan Tuhan akan mampu berdiri kokoh menatap dunia dengan segala ketidakmungkinanya. Allah tidak pernah ingkar janji. Segala yang ada akan lenyap dan sirna tapi janji dan cinta kasih-Nya tidak akan pernah berkesudahan sampai selama-lamanya. Langit dan bumi akan berlalu tapi cinta Tuhan akan tahan sampai selama-lamanya. Kasih Tuhan tidak pernah kadaluarsa. Firman Tuhan tidak pernah ada batas waktu. Tugas kita adalah mempersiapkan diri menanti kedatangan Tuhan yang kedua kali. Berjaga-jagalah. Tutup celah Iblis ambil kesempatan. Amin.

Pdt. Daud Sembiring

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kami sedang meningkatkan kualitas pelayanan kami, jangan sungkan untuk mencoba fitur chat botnya ya, Infoin kami ya supaya chat botnya semakin canggih. Selamat Mencoba